Kamis, 23 November 2017

Pentingnya Berat Badan Normal pada Bayi Baru Lahir

Saat bayi lahir, hal pertama yang harus ditanyakan adalah "berapa biayanya?". Jika berat badan berada dalam kisaran normal, ibu dan keluarga akan senang. Bobot bayi baru lahir bisa dijadikan acuan untuk kesehatan anak nanti.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa bayi dengan berat lahir rendah berisiko mengalami beberapa penyakit di kemudian hari. Faktanya, berat badan rendah menyebabkan kematian bayi baru lahir sebesar 60-80% di dunia, menurut data WHO.

Berapakah berat bayi normal?

Berat lahir (BBL) adalah berat pertama bayi Anda yang diukur setelah lahir. Dikatakan bahwa berat lahirnya normal, bisa di kisaran 2500-4000 gram, pada bayi yang lahir cukup tua (usia kehamilan 37-40 minggu).

Berbeda dengan bayi prematur, di mana bayi lahir pada usia gestasi kurang dari 37 minggu, mereka umumnya memiliki berat lahir kurang dari 2500 gram. Jadi bayi prematur lebih berisiko memiliki berat lahir rendah (BBLR). Bayi yang lahir sekitar tanggal lahir cenderung cenderung menimbang lebih dari bayi yang lahir lebih awal.

Berapakah risiko bayi dengan berat kurang dari atau lebih dari biasanya?

Dikatakan bahwa berat bayi rendah bila beratnya kurang dari 2.500 gram (BBLR), dan dikatakan sebagai berat bayi besar bila memiliki lebih dari 4000 gram (bayi besar).

Baby BBLR

Bayi yang baru lahir yang memiliki berat badan kurang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari. Bayi dengan berat badan rendah mungkin mengalami masalah dan perkembangan gizi di awal kehidupan, dan jika mereka tidak dapat menyelesaikan masalah pada tahun-tahun pertama kehidupan, dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, hipertensi dan masalah jantung. Sakit, karena asupan makanan yang dikonsumsinya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Oleh karena itu, masalah kesehatan pada bayi BBLR dapat dihindari dengan memperbaiki gizi pada usia dini, sehingga bayi bisa mengejar ketinggalan. Selain itu, masalah yang dihadapi bayi dengan BBLR juga bergantung pada penyebabnya menjadi BBLR, pada tahap apa bayi memiliki keterbatasan tumbuh di rahim dan seberapa parah BBLR. Semakin kecil berat bayi, semakin cepat bayi akan lahir, semakin besar risikonya si bayi mengalami masalah kesehatan.

Bayi besar

Bayi besar bisa disebabkan oleh ukuran orang tua yang juga besar (genetik) dan dengan kenaikan berat badan ibu selama kehamilan berlebih. Selain itu, hal itu juga bisa disebabkan karena ibu memiliki diabetes selama kehamilan. Diabetes selama kehamilan atau yang dikenal sebagai gestational diabetes menyebabkan glukosa darah ibu hamil meningkat, sehingga tubuh bayi memproduksi lebih banyak insulin. Kelebihan gula dalam darah dan produksi insulin dapat menyebabkan bayi tumbuh dan cadangan lemak bayi juga lebih besar, sehingga berat bayi bisa mencapai lebih dari 4000 gram.

Bayi besar ini dapat menyulitkan ibu untuk hidup selama persalinan dan mungkin perlu menjalani operasi caesar untuk kelahirannya. Selain itu, bayi yang besar akibat diabetes gestasional dapat menyebabkan bayi juga mengalami masalah dengan regulasi glukosa dalam tubuh, misalnya, bayi mungkin mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) setelah bayi lahir. Bayi besar mungkin juga mengalami sesak napas, sakit kuning dan meningkatkan risiko cacat lahir.

Apa yang mempengaruhi berat lahir bayi?

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi berat lahir bayi, yaitu:

  • Ukuran tubuh orang tua. Ukuran ukuran besar dan besar orang tua dapat memiliki bayi lebih besar daripada bayi rata-rata lainnya, sementara orang tua kecil dan kecil dapat memiliki bayi yang juga berukuran kecil daripada bayi rata-rata.
  • Kembar Kembar. atau lebih biasanya terlahir dengan ukuran lebih kecil dari bayi lainnya. Hal ini terjadi karena mereka harus berbagi ruang untuk tumbuh di rahim, tapi biasanya juga kembar yang lahir prematur.
  • Kesehatan ibu saat hamil. Wanita hamil dengan tekanan darah tinggi atau masalah jantung, atau ibu yang merokok, minum alkohol dan mengonsumsi obat selama kehamilan cenderung melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Sedangkan wanita hamil yang menderita diabetes atau obesitas selama kehamilan cenderung melahirkan bayi dengan berat lebih besar. Karena itu, sebaiknya periksa status kesehatan Anda secara teratur selama kehamilan.
  • Nutrisi selama hamil. Tentu saja, Anda sudah tahu bahwa nutrisi yang baik selama kehamilan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi saat berada di dalam rahim. Nutrisi yang buruk selama kehamilan dapat mempengaruhi berat lahir bayi Anda dan pertumbuhan bayi berikutnya. Padahal, jika ibu mendapatkan terlalu banyak berat badan saat hamil, maka risiko bayi terlahir dengan berat badan lebih besar dari rata-rata berat badan normal bayi.
  • Kesehatan anak. Masalah dengan kesehatan bayi, seperti cacat lahir atau penyakit menular selama kehamilan, juga dapat mempengaruhi berat lahir dan pertumbuhan bayi di masa depan.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi berat lahir bayi adalah jenis kelamin. Secara umum, bayi dengan jenis kelamin laki-laki cenderung menimbang lebih dari bayi, tapi perbedaan ini bisa sangat kecil. Selain itu, yang juga bisa mempengaruhi adalah urutan kelahiran, bayi pertama biasanya memiliki berat kurang dari bayi berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar